Semakin pesatnya kemajuan teknologi yang ditandai dengan hadirnya revolusi industri 4.0 (Artificial Intelegence, Information Communication Technology, Internet of Things, Biotechnology, and Driverless Vehicles) mendorong pemerintah Indonesia untuk berkomitmen dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 melalui gerakan “Making Indonesia 4.0”. Seluruh bidang mau tidak mau, siap tidak siap harus adaptable terhadap perubahan yang terjadi dalam bidang iptek dan pendidikan tinggi. Iptek nasional sebagai hal mendasar dalam mendukung Indonesia 4.0, sedangkan pendidikan tinggi sebagai agen utama pembangunan iptek nasional yang dituntut kemampuannya untuk membudayakan rasa ingin tahu, budaya belajar yang tinggi, memberikan apresiasi pada kegiatan riset iptek, serta kreatif dan inovatif dalam merespon kehadiran revolusi industri 4.0.

Melalui Lembaga Penelitian yang dimiliki, Universitas YARSI terus mengembangkan riset iptek yang diwujudkan dalam enam pusat penelitian, yaitu Pusat Penelitian E-Health, Pusat Penelitian Genomik, Pusat Penelitian Herbal, Pusat Penelitian Sel Punca, Pusat Penelitian Telomer, serta Pusat Penelitian Halal. Selain itu, Universitas YARSI juga memberikan pendanaan kegiatan riset setiap tahunnya kepada para dosen dan peneliti dalam lingkungan Universitas YARSI. Kegiatan riset yang dilakukan mencakup bidang kesehatan maupun non-kesehatan yang memiliki manfaat luas untuk bidang disiplin ilmu itu sendiri maupun untuk masyarakat. Sumbangsih Universitas YARSI dalam riset iptek tidak hanya diberikan kepada lingkungan internal, tetapi juga kepada para peneliti dari lingkungan luar YARSI yang ingin membagikan kegiatan dan hasil penelitian mereka kepada khalayak. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini Universitas YARSI bermaksud ingin mengadakan suatu rangkaian acara ilmiah sebagai media pertukaran ilmu demi mengimbangi kemajuan iptek di era revolusi industri 4.0.

Kegiatan yang akan diadakan terdiri atas dua tema besar, yaitu pertama Seminar Nasional “Basic and Applied Science Conference (BASC) 2021: Peluang dan Tantangan Penelitian di Pendidikan Tinggi pada Era Revolusi Industri 4.0”, kemudian yang kedua adalah “Diseminasi Hasil Penelitian”. Melalui “BASC 2021” yang bertemakan “Revolusi Industri 4.0” diharapkan dapat menambah wawasan para peserta serta memberi motivasi kepada para dosen dan peneliti untuk terus berinovasi dalam mengembangkan riset iptek yang memiliki banyak manfaat nasional agar nantinya dapat berintegrasi dengan stakeholders industri. Sementara itu, melalui kegiatan “Diseminasi Hasil Penelitian” diharapkan dapat menjadi wadah untuk para peserta dalam mempresentasikan hasil penelitiannya, brainstorming ilmu kepada para peneliti lain, serta mempublikasikan hasil penelitian pada jurnal-jurnal nasional maupun internasional.

Published: 2021-09-06

Cytotoxicity Effects of Vitamin C on Cancer Cells MCF-7

Endang Purwaningsih, Samsul Mustofa, Pendrianto

15-20

Association of XRCC1 genetic polymorphism with the risk of thyroid cancer in Indonesia

Harry Nugroho Eko Surniyantoro, Nabilah Adzra Fahlevi, Esa Savitri, Tur Rahardjo, Rita Maliza, Ayu Rosemeilia Dewi, Yustia Tuti, Nastiti Rahajeng, Yanti Lusiyanti, Nur Rahmah Hidayati

21-26

Towards Clean River Through Distributed Community Based Waste to Energy

Aria Aditya, Supriadi Legino, Doddy Hertanto, Hany Stenvil

39-54

Smart Educenter with Let’s Read Application for Children in Wonopuro Village

Endang Sri Maruti, Binti Isticomah, Galuh Mei Yustiwa, Ulifa Khoiru, Nur Huda

63-69